Perjalanan Setelah Alam Kubur

PERJALANAN AKHIRAT DITINJAU DARI AYAT AL-QUR’AN BESERTA PENJELASAN MUFASIR
Setelah melalui Alam kubur setelah itu manusia akan memasuki tahapan selanjutnya, kita ketahui di alam kubur manusia menunggu hari kiamat. Lalu apa yang menjadi datangnya hari kiamat??

  1. Tiupan Sangkakala
    (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ)
    Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah.
    Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).
    ―QS. 39:68
    Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut:
    Pada saat itu, dengan pasti, akan ditiup sangkakala (shur).
    [1] Maka seketika matilah semua yang ada di langit dan bumi, kecuali makhluk yang dikehendaki Allah untuk mati pada waktu lain kelak.Kemudian, sangkakala itu ditiup kembali.
    Serta merta semua akan bangkit kembali dari kuburnya menanti apa yang akan dilakukan Allah pada diri mereka.
    [1] Kata “shur” berarti “buq”:
    (‘terompet’).
    Terompet yang dimaksud dalam ayat ini adalah terompet dari alam gaib yang tidak dapat kita ketahui bentuk dan hakekatnya
    Dalam ayat lain yang menjelaskan mengenai peristiwa ditiupnya sangkakala adalah
    (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ)
    Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
    ―QS. 36:51
    Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi menafsirkan ayat diatas sebagai berikut:
    Inilah yang disebut tiupan yang ketiga, yaitu tiupan kebangkitan di mana semua makhluk dihidupkan lagi dari kuburnya.Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
(Q.S. Yasin [36]: 51)
An-naslan artinya berjalan dengan cepat, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
(yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia).
(Q.S. Al-Ma’aarij [70]: 43)
Dahsyatnya Hari ditiupnya sangkakala
( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ)
[Surat Al-Hajj 1]
(يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ)
[Surat Al-Hajj 2]

  1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
  2. (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (al-Hajj: 1-2)
  3. HARI KEBANGKITAN
    (يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ)
    Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
    Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya.
    Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
    ―QS. 58:6
    Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut:
    Yaitu di hari ketika Allah menghidupkan mereka setelah mati, lalu diberi tahu tentang amalan-amalan yang telah mereka perbuat.
    Amalan-amalan itu telah Allah hitung dengan tepat, sedang mereka sendiri telah melupakannya.
    Allah benar-benar melihat dan menyaksikan segala sesuatu
  4. PADANG MAHSYAR
    (يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ)
    (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
    ―QS. 14:48
    Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut:
    Dari itu, Dia akan membalas mereka pada hari kiamat, saat bumi dan langit yang ada sekarang ini digantikan dengan bumi dan langit yang lain, dan semua makhluk keluar dari dalam kubur untuk pengadilan Allah yang tidak bersekutu dan tidak terkalahkan.
    Lamanya di Padang Mahsyar
    (تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ)
    Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
    ―QS. 70:4
    Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut:
    Para malaikat dan Jibril naik ke hadapan-Nya dalam sehari yang lamanya lima puluh ribu tahun dalam hitungan tahun dunia.
    Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan.
    (وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ ۚ قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ)
    Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk
    ―QS. 10:45
    Muhammad Quraish Shihab:
    Berilah peringatan kepada mereka, wahai Rasul, akan hari di mana Kami kumpulkan mereka untuk dihitung, sehingga terbukti kedatangan hari akhir setelah mereka mendustakannya.
    Mereka sadar kehidupan mereka di dunia terasa seakan-akan hanya sesaat dari siang saja, tidak cukup untuk mengerjakan perbuatan baik sebagaimana mestinya.
    Mereka saling mengetahui satu sama lain dan saling mencela atas kekufuran dan kesesatan mereka.
    Orang-orang yang mendustakan hari akhir itu sangat merugi, karena mereka tidak sempat mengerjakan amal saleh di dunia, dan mereka tidak akan beruntung untuk mendapatkan kenikmatan akhirat, disebabkan kekufuran mereka.

Dari uraian di atas sangat tampaklah bagaimana lamanya hari akhirat jika dibandingkan dengan dunia, maka pantaslah jika dikatakan perjalanan menuju negeri akhirat (surga) adalah perjalanan yang panjang dan melelahkan, barulah sedikit apa yang kita tadabburi dari ayat Al-Qur’an mengenai ayat-ayat yang menguraikan perjalanan menuju negeri akhirat (surga) namun rasanya telah cukup untuk menambah semangat kita untuk lebih giat menyiapkan bekal untuk perjalanan besar ini di sisa sisa waktu kehidupan di dunia

Wahai saudaraku ini adalah awal menuju perjalanan yang abadi…

Tinggalkan komentar