Nama Sekolah : Mts Imam Al-Muzani Mata Pelajaran : Bahasa Arab Alokasi wakt : 2X45 menit Kelas/Semester : VII / 2 Materi Pokok : من يوميات الأسرة
Standar Kompetensi:
1. Memahami kosakata anggota keluarga, pekerjaan yang dilakukan oleh anggota keluarga, dan menerapkan kaidah yang terdapat di dalamnya.
Kompetensi Dasar :
1.1 Mendeskripsikan anggota keluarga dan menyebutkan setiap pekerjaan yang dilakukannya.
Indikator : 1.1.1 Menyebut nama-nama anggota keluarga A. Tujuan Pembelajaran: Setelah pembelajaran ini selesai, siswa diharapkan dapat: Mendiskripsikan nama-nama anggota keluarga
B. Materi Pembelajaran: من يوميات الأسرة
C. Metode Pembelajaran: Pendekatan Saintifik
D. Strategi Pembelajaran: Berbasis media audio visual
E. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan guru Alokasi waktu (menit) Pendahuluan -Guru memberi salam dan mempresensi siswa -Guru menggali pengetahuan siswa dengan memberikan pertanyaan tentang larutan elektrolit yang nantinya berkaitan dengan asam dan basa. G : ”Apakah kalian masih ingat materi tentang keluarga?” ” Ada apa saja anggota keluarga itu?” ” Sebutkan anggota keluarganya!” “ Setiap anggota keluarga pasti punya tugas atau pekerjaan mereka masing-masing, apa saja itu?” -Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mendiskripsikan anggota keluarga -Guru menginformasikan model pembelajaran yang digunakan selama pembelajaran mengenai الأسرة -Guru menampilkan gambar dalam bentuk power point -Guru menampilkan video melalui proyektor
-Kegiatan Inti Memahami deskripsi video Memahami slide gambar -Guru menugaskan kepada masing-masing siswa untuk menyebutkan satu Mufrodat tentang keluarga yang telah disebutkan sebelumnya -Guru memberi pertanyaan kepada siswa mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga seperti yang telah terlampir dalam video dan gambar -Guru meminta siswa memberikan sebuah kalimat tentang anggota keluarga Tahap Pengetesan Guru memberikan soal kuis kepada masing-masing siswa dan guru memberikan kesempatan siswa untuk mengerjakan kuis secara individu. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan jawaban kuis.
Penutup Guru meminta siswa menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari. Tahap Penghargaan Guru mengumumkan siswa dengan nilai kuis terbaik dan memberikan hadiah sebagai salah satu apresiasi atas keberhasilannya dalam memahami pembelajaran dan memotivasi siswa lainnya agar lebih semangat dan sungguh-sungguh lagi dalam belajar. Guru mengakhiri pembelajaran dan memberi salam.
F. Sumber Belajar
Power point
Video singkat
G. Penilaian (instrumen terlampir) Tanya jawab Kuis
Telah dibahas sebelumnya mengenai hakikat kehidupan di dunia bagi seorang muslim, namun pada postingan kali ini kami menyertakan sebuah video berupa nasehat dari ulama bagi kita kaum muslim agar mengetahui hakikat hidup di dunia
Adapun video lain sebagai pendukung walaupun gak nyambung sih, buat tugas aja ini mah
Ilmu adalah pembeda antara orang yang pandai dan orang yang bodoh, hal ini seperti dikatakan oleh seorang filsuf
“orang yang pandai akan mengetahui orang bodoh karena dia pernah bodoh, sedangkan orang bodoh tidak akan mengetahui orang pandai karena dia tidak berilmu”
Lalu adapun ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim adalah ilmu agama uang mana ini akan menjadi bekal ya di akhirat
Ilmu Agama sebagai penuntut jalan menuju Syurga
Ilmu agama wajib dipelajari oleh setiap orang muslim, hal ini diharapkan oleh setiap orang yang berilmu agar dimasukkan kedalam syurga Allah ta’ala, sebagaimana hadits Nabi
من سلك طريقا يلتمس فيه علما، سهل الله له طريقا إلى الجنة
Barang siapa yang menuntut suatu jalan dimana jalan tersebut untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju syurga (H. R Bukhari)
Saudaraku penting bagi kita untuk berupaya menuntut ilmu Syar’i, dan smoga apa yang sedang kita tempuh menjadi slah satu cara kita dimudahkan menuju syurga -Nya. Aamiin
Manusia pasti memiliki angan-angan dalam kehidupannya, mereka menghayal kehidupannya dengan memiliki banyak harta, tingginya tahta, serta pasangan yang rupawan.
PERJALANAN AKHIRAT DITINJAU DARI AYAT AL-QUR’AN BESERTA PENJELASAN MUFASIR Setelah melalui Alam kubur setelah itu manusia akan memasuki tahapan selanjutnya, kita ketahui di alam kubur manusia menunggu hari kiamat. Lalu apa yang menjadi datangnya hari kiamat??
Tiupan Sangkakala (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ) Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). ―QS. 39:68 Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut: Pada saat itu, dengan pasti, akan ditiup sangkakala (shur). [1] Maka seketika matilah semua yang ada di langit dan bumi, kecuali makhluk yang dikehendaki Allah untuk mati pada waktu lain kelak.Kemudian, sangkakala itu ditiup kembali. Serta merta semua akan bangkit kembali dari kuburnya menanti apa yang akan dilakukan Allah pada diri mereka. [1] Kata “shur” berarti “buq”: (‘terompet’). Terompet yang dimaksud dalam ayat ini adalah terompet dari alam gaib yang tidak dapat kita ketahui bentuk dan hakekatnya Dalam ayat lain yang menjelaskan mengenai peristiwa ditiupnya sangkakala adalah (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ) Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. ―QS. 36:51 Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi menafsirkan ayat diatas sebagai berikut: Inilah yang disebut tiupan yang ketiga, yaitu tiupan kebangkitan di mana semua makhluk dihidupkan lagi dari kuburnya.Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
(Q.S. Yasin [36]: 51)
An-naslan artinya berjalan dengan cepat, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
(yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia).
(Q.S. Al-Ma’aarij [70]: 43)
Dahsyatnya Hari ditiupnya sangkakala
( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ)
[Surat Al-Hajj 1]
(يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ)
[Surat Al-Hajj 2]
Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
(ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (al-Hajj: 1-2)
HARI KEBANGKITAN (يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ) Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. ―QS. 58:6 Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut: Yaitu di hari ketika Allah menghidupkan mereka setelah mati, lalu diberi tahu tentang amalan-amalan yang telah mereka perbuat. Amalan-amalan itu telah Allah hitung dengan tepat, sedang mereka sendiri telah melupakannya. Allah benar-benar melihat dan menyaksikan segala sesuatu
PADANG MAHSYAR (يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ) (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. ―QS. 14:48 Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut: Dari itu, Dia akan membalas mereka pada hari kiamat, saat bumi dan langit yang ada sekarang ini digantikan dengan bumi dan langit yang lain, dan semua makhluk keluar dari dalam kubur untuk pengadilan Allah yang tidak bersekutu dan tidak terkalahkan. Lamanya di Padang Mahsyar (تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ) Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. ―QS. 70:4 Muhammad Quraish Shihab menafsirkan ayat diatas sebagai berikut: Para malaikat dan Jibril naik ke hadapan-Nya dalam sehari yang lamanya lima puluh ribu tahun dalam hitungan tahun dunia. Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. (وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ ۚ قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ) Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk ―QS. 10:45 Muhammad Quraish Shihab: Berilah peringatan kepada mereka, wahai Rasul, akan hari di mana Kami kumpulkan mereka untuk dihitung, sehingga terbukti kedatangan hari akhir setelah mereka mendustakannya. Mereka sadar kehidupan mereka di dunia terasa seakan-akan hanya sesaat dari siang saja, tidak cukup untuk mengerjakan perbuatan baik sebagaimana mestinya. Mereka saling mengetahui satu sama lain dan saling mencela atas kekufuran dan kesesatan mereka. Orang-orang yang mendustakan hari akhir itu sangat merugi, karena mereka tidak sempat mengerjakan amal saleh di dunia, dan mereka tidak akan beruntung untuk mendapatkan kenikmatan akhirat, disebabkan kekufuran mereka.
Dari uraian di atas sangat tampaklah bagaimana lamanya hari akhirat jika dibandingkan dengan dunia, maka pantaslah jika dikatakan perjalanan menuju negeri akhirat (surga) adalah perjalanan yang panjang dan melelahkan, barulah sedikit apa yang kita tadabburi dari ayat Al-Qur’an mengenai ayat-ayat yang menguraikan perjalanan menuju negeri akhirat (surga) namun rasanya telah cukup untuk menambah semangat kita untuk lebih giat menyiapkan bekal untuk perjalanan besar ini di sisa sisa waktu kehidupan di dunia
Wahai saudaraku ini adalah awal menuju perjalanan yang abadi…
Kematian atau ajal adalah akhir dari kehidupan, ketiadaan nyawa dalam organisme biologis. Semua makhluk hidup pada akhirnya akan mati secara permanen, baik karena penyebab alami seperti penyakit atau karena penyebab tidak alami seperti kecelakaan. Setelah kematian, tubuh makhluk hidup mengalami pembusukan. Perjalanan adalah pergerakan orang antar lokasi geografi yang jauh. Perjalanan dapat dilakukan dengan kaki, sepeda, mobil, kereta, perahu, bus, pesawat, kapal atau alat lainnya, dengan atau tanpa bagasi. Perjalanan juga dapat meliputi persinggahan yang relatif singkat antar pergerakan berkelanjutan.Barzakh (bahasa Arab برزخ) adalah alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat. Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara jasad makhluk sampai dibangkitkannya pada hari kiamat. Penghuni barzakh berada di tepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan).Setelah kita mengetahui pengertian-pngertian yang akan muncul pada pembahasan kita maka pertanyaan saya apakah semua orang akan mengalami kematian?? Mereka dan kita akan menjawab, Ya. Akal kita pun sebenarnya sudah membenarkan akan adanya kematian, diantara alasan akal kita menjangkau akan pastinya datang kematian itu terdapat dua alasan yaitu yang pertama sering kalinya kita melihat orang yang mati dan yang kedua karena di kabarkan oleh dzat yang maha benar dan maha jujur, yaitu Allah Ta’ala dalam ayat berikut ini
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’: 35).
APA BEKAL UNTUK PERJALANAN AKHIRAT??
Kembali pada pembahasan, kematian adalah gerbang awal perjalanan menuju alam akhirat, perjalanan menuju akhirat itu panjang dan meletihkan yang memerlukan bekal yang banyak untuk sampai tujuan yaitu surga. Jika tidak berbekal maka hawatir tidak akan sampai kita ketujuan, untuk mendekatkan pemahaman “seseorang yang hendak mendaki gunung mereka harus mempersiapkan bekal dari mulai perlengkapan pakaian, makanan, tempat tidur dan segala hal yang berkaitan dengan pendakian gunung tersebut, maka itu semua dimaksudkan agar seseorang dapat nyaman di perjalanan dan dapat sampai kepada tujuan” lalu apa bekal untuk dapat sampai ke Akhirat (surga) ?? Jawabannya adalah takwa. Sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam ayat berikut Allah Ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197) Diantara penafsiran yang datang mengenai hal ini adalah dari Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah, beliau berkata, “Bekal yang sebenarnya yang tetap mesti ada di dunia dan di akhirat adalah bekal takwa, ini adalah bekal yang mesti dibawa untuk negeri akhirat yang kekal abadi. Bekal ini dibutuhkan untuk kehidupan sempurna yang penuh kelezatan di akhirat dan negeri yang kekal abadi selamanya. Siapa saja yang meninggalkan bekal ini, perjalanannya akan terputus dan akan mendapatkan berbagai kesulitan, bahkan ia tak bisa sampai pada negeri orang yang bertakwa (yaitu surga). Inilah pujian bagi yang bertakwa.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hlm. 92)
FITNAH (UJIAN) KUBUR Jika seseorang itu telah ditingkatkan keluarganya, anak-anak yang mencintainya meninggalkan, Istri-istri atau suami yang mencintainya juga meninggalkan seluruh orang yang mengaku cinta kepadanya dan dia cinta kepada mereka semuanya dari mereka meninggalkan. Maka akan datang 2 malaikat yang akan memberikan sejumlah pertanyaan, dan jika dia sukses maka akan seperti Hadits berikut ini
Dalam hadits shahih riwayat Imam Ahmad rahimahullah dari sahabat al-Barro bin ‘Azib Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Kemudian dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya, lalu keduanya bertanya, “Siapakah Rabbmu ?” Dia (si mayyit) menjawab, “Rabbku adalah Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”Dia menjawab: “Agamaku adalah al-Islam”. Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?” Dia menjawab, “Beliau utusan Allâh”. Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah ilmumu?” Dia menjawab, “Aku membaca kitab Allâh, aku mengimaninya dan membenarkannya”. Lalu seorang penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) benar, berilah dia hamparan dari surga, (dan berilah dia pakaian dari surga), bukakanlah sebuah pintu untuknya ke surga. Maka datanglah kepadanya bau dan wangi surga. Dan diluaskan baginya di dalam kuburnya sejauh mata memandang. Dan datanglah seorang laki-laki berwajah tampan kepadanya, berpakaian bagus, beraroma wangi, lalu mengatakan, “Bergembiralah dengan apa yang menyenangkanmu, inilah harimu yang engkau telah dijanjikan (kebaikan)”. Maka ruh orang Mukmin itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang shalih”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, tegakkanlah hari kiamat, sehingga aku akan kembali kepada istriku dan hartaku”. Tapi sayangnya tidak semua orang demikian, ada sebagian mereka yang berkebalikan seperti yang Rasulullah Solallahu’alaihi wa salam kabarkan berikut ini
Kemudian ruhnya dikembalikan di dalam jasadnya. Dan dua malaikat mendatanginya dan mendudukannya. Kedua malaikat itu bertanya, “Sipakah Rabbmu?” Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Apakah agamamu?” Dia menjawab, “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Kedua malaikat itu bertanya, “Siapakah laki-laki yang telah diutus kepada kamu ini?”Dia menjawab: “Hah, hah, aku tidak tahu”.
Lalu penyeru dari langit berseru, “HambaKu telah (berkata) dusta, berilah dia hamparan dari neraka, dan bukakanlah sebuah pintu untuknya ke neraka.” Maka panas neraka dan asapnya datang mendatanginya. Dan kuburnya disempitkan, sehingga tulang-tulang rusuknya berhimpitan.
Dan datanglah seorang laki-laki berwajah buruk kepadanya, berpakaian buruk, beraroma busuk, lalu mengatakan, “Terimalah kabar yang menyusahkanmu ! Inilah harimu yang telah dijanjikan (keburukan) kepadamu”. Maka ruh orang kafir itu bertanya kepadanya, “Siapakah engkau, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?” Dia menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk”. Maka ruh itu berkata, “Rabbku, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat”. [Lihat Shahîhul Jâmi’ no: 1672]
Maka yang menjadi pertanyaan, dimanakah kita akan berada di posisi yang pertama (dapat menjawab dan mendapatkan nikmat) atau posisi kedua yang disebutkan Rasulullah Solallahu’alaihi wa salam (tidak dapat menjawab dan diberi siksa kubur) ??? Semoga Allah Ta’ala jadikan kita orang-orang yang mendapatkan nikmat kubur dan dijauhkan dari siksa kubur. Aamiin
Faidah dari Hadits diatas
Adanya pertenyaan kubur, yang setiap orang akan mendapatkan pertanyaan tersebut baik mu’min atau kafir.
Pentingnya mengenal Allah, Rasulullah, Kitabullah dan Agama Islam. Maka itu dapat diketahui dengan belajar.
Adanya nikmat dan adzab kubur.
Dilerlihatkan surga atau neraka
Dilapangkan atau disempitkan kuburan
Ditemani amal baik atau buruknya
Diberikan pakaian dari surga atau neraka
Adanya situasi kegembiraan bagi ahli iman serta adanya penyesalan bagi orang-orang kafir dan yang mengikuti jalannya.
Alam kubur merupakan tempat menunggu hari kiamat yang diharapkan segera terjadi oleh orang beriman dan diharapkan tidak terjadi oleh orang Kafir.
Alam kubur adalah awal diketahuinya akan berada dalam perjalanan yang baik atau buruk di alam-alam setelannya.
Semoga dapat bermanfaat….
Jika kita membahas mengenai kehidupan di dunia, pastilah setiap orang akan berlomba-lomba mengejarnya. Dari mulai ia tidak mempunyai apa-apa sampai ia memiliki segalanya, dari ia berada dalam ketidaktahuan sampai menjadi yang paling mengetahui akan dunia. Jika kita ibaratkan dua kalimat tersebut dalam bahasa zaman sekarang mungkin tidak asing dengan kalimat from nothing to something dan kalimat from zero to hero. Ya itu adalah sedikit perumpamaan bagi seseorang dalam menjalani kehidupan di dunia ini, lalu apakah kita sebagai seorang muslim harus sama ataukah berbeda? Tentu jawabannya pasti berbeda karena seorang muslim yang beriman dan bertaqwa pasti mengetahui bahwasanya kehidupan dunia yang sementara ini hanya jembatan menuju kehidupan akhirat yang abadi tiada akhir.
Perumpamaan Dunia bagi seorang Muslim
Ketahuilah bahwa dunia ini bagi seorang muslim yang beriman dan bertaqwa hanya kehidupan yang semu, bahkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam bersabda
SesungguhnyaNabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.(HR. Muslim, no. 2957)
Sangat jelas sekali bahwa bagi seorang Muslim kehidupan dunia ini bukanlah sesuatu yang wajib untuk digapai, bukan pula sumber dari segala kebahagian bagi dirinya. Melainkan kehidupan dunia ini dimata seorang Muslim adalah hina dan tak pantas baginya untuk berlomba-lomba dalam mengejarnya apalagi sampai menjadikannya ahli dunia yang memiliki segalanya.
Maka ketahuilah wahai saudaraku, jadilah kita sebagai seorang musafir yang menganggap kehidupan ini sebagai tempat persinggahan sementara dalam perjalanan kita…
Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya”. [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim]
Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa awal perjalanan manusia dalam melalui kehidupan dunia adalah ketika ia berada di dalam rahim ibunya. Saat itu telah ditentukan semua urusannya di dunia, sehingga mulailah ia menjalani sebuah proses yang disebut dengan kehidupan.
Namun, disadari atau tidak oleh kita semua mengenai kenapa kita yang harus menjalani kehidupan ini sedang kita tahu dalam proses pembuahan sel telur oleh zigot pada rahim itu dilalui oleh proses persaingan yang sangat ketat. Bagaimana mungkin dari jutaan sel sperma hanya kita yang keluar untuk menjalani kehidupan ini. Ketahuilah bahwa hal ini menunjukkan bahwa kita adalah yang terpilih dari sekian banyak pilihan, kita adalah makhluk yang ditakdirkan oleh Sang Pencipta untuk menjalani kehidupan ini. Maka patutlah bagi kita untuk bersyukur atas sebuah nikmat yang diberikan oleh Allah ta’ala atas kehidupan ini.
Ini merupakan langkah awal seorang manusia menjalani kehidupan, fase dimana perjalanan dimulai dari alam rahim yang menuju ke alam dunia, fase dimana dalam rahim seorang ibu seseorang telah ditentukan segala urusan duniawi yang akan dilalui olehnya. Lalu pertanyaan nya mengapa kita masih merasa takut, khawatir, sedih akan kehidupan di dunia ini padahal sudah jelas Allah sendiri yang telah mengatur segalanya.
Ini hanyalah awal kita melakukan perjalanan wahai saudaraku, ingatlah ini….
Telah jelas dikatakan oleh Sebaik-baik manusia, yang mana perkataan nya tidak pernah dusta dan tidak timbul dari hawa nafsu, beliau صلى الله عليه وسلم menyerukan kepada umatnya untuk mengasingkan dirinya atau menjadikan dirinya sebagai seorang musafir Dan memerintahkan juga kepada umatnya untuk mempersiapkan akan dtngnya kematian. Lalu apakah makna didalamnya yang terkandung dalam hadits tersebut
Hakikat Kehidupan
Banyak orang mengartikan dan menafsirkan mengenai kehidupan adalah ketika seseorang lahir ke dunia ini lalu ia tumbuh dan berkembang dari kecil menjadi kanak-kanak menjadi remaja menjadi dewasa lalu tua dan akhirnya meninggal.
Kebanyakan mereka mengatakan bahwa masa kanak-kanak adalah masa dimana bermain puas-puas lalu tumbuh menjadi remaja dimana fase tersebut untuk mencari jati dirinya entah itu menuju kearah yang baik atau pun ke arah yang buruk, setelah itu ia tumbuh menjadi dewasa dimana dia harus mencari pekerjaan dan pasangan hidupnya hingga datang kepadanya masa tua yaitu dimana ia menghabiskan sisa hidupnya bersama keluarganya.
Lalu dimanakah letak agama dalam hidup kita? Apakah hidup kita hanya sebatas itu, hanya dihabiskan untuk mengejar dunia?
Sesungguhnya itu merupakan pemikiran yang keliru, kita berada di dunia ini adalah untuk beribadah sebagaimana yang Allah katakan dalam firman-Nya surat Adz-dzariyat ayat 56
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah”
Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.